Tulisan Populer

Bahasa

English German Dutch Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Kamis, 02 Mei 2013

THE CALLERS ( BAB 6 )


BAB 6 - NEO NEWMOON


Hari ini, silvia dan rian kembali dari distric mortheb, sesuai dengan janji kami akan segera bertemu di alun-alun kota tempat biasanya guild berkumpul, pada saat dunia seconder terbuka siang ini.
“heeeiiiiiii yoooogaaaaa……..” sebuah teriakan memanggilku dari kejauhan,
“eh… rian !!!” seruku tak menyangka ternyata itu rian
“wah, aku begitu mengkhawatirkanmu, bagaimana apa kau tidak apa – apa?? Apa ada yang terluka?? Apa kau diserang orang???” selidik rian dengan penuh penasaran, aku yang dibuat begitu merasa risih juga..
“ahh… apa – apaan ini??? Jangan lebay seperti itu…..rian…” elakku yang akan diterkam mengerikan oleh rian
“hehe, aku hanya khawatir yoga, kalau ada apa – apa denganmu aku tak punya muka sama sekali dengan kakakmu” balas rian
“aku bisa jaga diri kok…” jawabku pelan
“ahh….masa sih…..???” Tanya rian menggoda
“hiiiii, kok lama – lama kau terlihat seperti maho ya?? Wew…”
“apa!!!!! Enak saja kau bilang aku maho, mungkin kau kali yang maho, aku saja, begini begini sudah 4 kali pacaran..hehehe” balas rian dengan bangga
“tapi, 4 kali juga diputuskan bukan??? Hahahaha” balas menjatuhkan kesombongannya
“ehhh…. Kau membuka luka lamaku yoga….” Jawab rian dengan lesu
“hahahaha, sudahlah….. jangan terlalu dipikirkan…” balasku
“ehm…kau benar, saat seperti ini mana mungkin kita bisa memikirkan dan hidup layaknya orang normal seperti itu….” Balas rian pelan
“baikalah, ayo kita segera ke alun – alun kota, kalau kita terlambat lagi bisa – bisa kena marah oleh silvia….”
“oke, ayo kita berangkat….” Balasku ringan
Aku dan rian berjalan santai menuju alun – alun kota, tampak dari kejauhan disana sudah begitu ramai dengan seluruh anggota new moon.
Namun ada yang aneh disana, beberapa anggota tampak mengeluarkan callers mereka, dan silvia tampak bersiaga akan seseorang yang berada dihadapannya….
“eh….albert!!!” seru rian mengagetkanku..
“albert?? Albert siapa??” tanyaku kebingungan
“lelaki dengan google merah dikepalanya itu….dia albert, ketua pemberontakan guild, dan tak lain adalah ketua GNN(gamma neo newmoon).
“gamma neo newmoon??”
“ya, dia adalah salah seorang yang tak menyukai kepemimpinan kakakmu di newmoon”
“dia musuh kakak,,….errrrr” geramku, mendadak aku begitu membenci lelaki ini, entah mengapa logikaku menyambungkan bahwa dialah yang bertanggung jawab atas kematian kakakku., karena tak sabaraan aku pun mencoba itu berlari menuju kearahnya.
“tunggu….rian, kau jangan gegabah…” seru rian, sembari, menahan tanganku
“ta..tapi…” balasku
“kau jangan salah sangka dahulu, belum tentu dia pelakunya, dia memang membenci kakakmu tapi, yang aku tahu dia tidak akan melakukan hal busuk seperti itu…” balas rian
“hmmm….” Gumamku pelan, aku masih tak bisa menerimanya, namun aku mencoba untuk mendengarkan kata – kata rian.
Kami berdua segera mendekat kearah silvia berada yang tengah bersiaga bersama dengan anggota guild ANN lainnya.
“ada apa ketua…??” Tanya rian ke silvia
“albert tak terima akan pertemuan kita dengan 13 guardian” balas silvia pelan
“heiii…silvia….!!!, apa kau sudah benar – benar tidak memandang kami lagi???haaahhh…..!!!!” seru albert tiba – tiba
“kau pikir kau bisa dengan seenaknya mengambil posisi lukas dan mendapat pengakuan dari sana??, lanjut albert dengan kondisi yang sangat marah
“itu memang sudah menjadi amanat Lukas, dia telah menunjukku, dan pada saat itu kau berada ditempat bukan???” balas silvia dengan tenang.
“aku tahu itu, tapi kau sudah mempengaruhi Lukas sebelumnya untuk membuat keputusan…., dasar wanita murahan….”  
“apa kau bilang…..!!!!” gertak silvia tiba – tiba, nada suaranya berubah drasatis ketika harga dirinya tercoreng
“apa hah!!, kau mau bertarung….??” Tantang albert
“jika itu yang kau mau, akan kuladeni….!!!”
“hmm, baiklah kita tunjukkan siapa yang pantas menjadi ketua disini…hehehehe” ejek albert.

“0…0…0…” keduanya berteriak hampir berbarengan
Silvia tampak meloncat mundur beberapa langkah, sedangkan diatas, SRIKANDI bersiap dengan panah emasnya, membidik lawannya yang tidak lain adalah albert, albert sendiri dengan HUGO, callersnya yang berbentuk cyborgh humanoid besar tinggi,  dengan dilapisi baju metal mengkilat tampak siaga dengan kuda – kudanya.
“haaaaa……” teriak albert sembari bergerak cepat kearah silvia, HUGO pun mengikuti gerakan albert disana, dengan sigap ia segera berlari untuk mendaratkan satu pukulan keras kearah SRIKANDI.
“eh….” Desis silvia sembari dengan gesitnya ia menghindari pukulan hugo, tak dapat dielakkan lagi, gerakan dan kecepatan si srikandi emas ini begitu indah dan lues, namun cukup bertenaga ketika ia menembakkan anak panahnya, seperti yang ia lakukan saat ini.
Satu anak panah emas meluncur keras kearah area vital HUGO dan albert yang belum siap untuk kembali dalam posisi siaga karena gagal memberikan satu pukulan tadi.
“heh….mati kau….” Seru silvia penuh kemenangan
Namun tiba – tiba, siku hugo yang terbuat dari bahan metal tersebut terbuka dengan cepat dan mengeluarkan sinar laser berwarna hijau yang membelokkan jalur panah srikandi, membuat anak panah tersebut tertancap keras di tanah dan membentuk suatu cekungan yang cukup dalam.
“kau pikir aku selemah itu silvia…?? Cih….” Balas albert
“green jammer beam…, tak salah lagi..itu salah satu jurus andalan albert ketika menghadapi lawan dengan senjata jarak jauh, beberapa kali guild kita dahulu diuntungkan dengan kemampuannya itu, sebuah jurus yang mempu mengubah lintasan senjata apapun yang mengarah kerahnya” jelas rian

“lu..luar biasa….” Gumamku lirih, ada sedikit lega ketika aku menyadari tidak jadi menyerang lelaki ini tadi, bisa saja aku hancur dibuatnya jika tau betapa kekuatannya begitu mengerikan.

Ditempat pertarungan, silvia terus menghindar dari serangan jarak dekat albert dan berulang kali melancarkan tambakan – tembakan anak panah yang sayangnya beberapa kali pula digagalkan oleh kemampuan albert dalam menghentikan serangan jarak jauh tersebut.
Hingga tibalah klimaks pertarungan mereka berdua,
“heeeeaaahahhhhhhhhh……….!!!!!” Teriak silvia sembari menarik keras anak panahnya kebelakang dan bersiap untuk menembakkannya kearah albert, dari busur panah srikandi muncul cahaya terang berwarna kuning dengan dengan lingkaran yang mengelilinginya serta beberapa ornament tulisan kaganga yang berputar berlawanan arah dengan putaran lingkaran tadi.
“erghhhhhhhhaaaaaaa……….!!!!!” Teriak albert tak kalah kerasnya pula, tangan kanan yang memeiliki kepal tinju yang tampak begitu keras tersebut bercahya berwarna merah menyilaukan,
“Dzzzzzzzinnggggggggg…….” Suara mesin berputar keras terdengar dari lengan HUGO,
Keduanya bergerak semakin mencapai puncak, hingga silvia melepaskan anak panahnya sedangkan albert bergerak mendekati silvia dengan tinjuan tangannya sembari berhadapan dengan anak panah tadi…
“SRIIINGGG…….” Sebuah skeblatan cahaya putih dengan lintasan putih abu – abu tiba tiba muncul diantara mereka berdua, menghentikan kedua serangan pamungkas dari petinggi newmoon tersebut.
“apa itu….??” Gumam silvia
“ergh…. Apa yang mengangu ini….” Gerutu albert

Sesosok lelaki dengan baju hitam lengan penjangnya den begitu juga celana, dan topi hitam yang menghiasi kepalanya tiba – tiba muncul diujung lintasan cahaya berwarna putih tadi, seola dialah lelaki dengan kecepatan cahaya yang menghentikan pertarungan tersebut.
Eh… itukan lelaki kemarin malan?? Iya, dia adalah lelaki tersebut…. Gumamku dalam hati..
“dia datang juga??, first mate ketua guild, salah seorang pendiri guild newmoon, sang srigala putih…….Saverin….”
“saverin??...”gumamku bertanya – Tanya, lelaki misterius yang beberapa kali aku temui adalah saverin yang sering dibicarakan oleh rian dan silvia ini.
Sesaat setelah kemunculan saverin, beberapa orang secara misterius muncul juga didekatnya, mereka berlima berdiri bersampingan di ujung alun – alun kota itu.
“OMEGA…. Ya, itu guild baru yang sekarang sedang merangkak naik, dahulu sempat kami menamakannya ONN, alias Omega Neo Newmoon, semenjak kematian kakakmu lukas, saverin tak mau ikut campur dengan masalah yang terjadi di guild ini, bersama dengan 2 mantan petinggi newmoon, dan 2 orang baru yang berasal dari theforest distric, mereka membentuk guild baru dengan rank yang sekarang bahkan dengan cepat telah masuk 20 besar list tertinggi” jelas rian bersemangat..
“Endo Startum, lelaki dengan sebo dikepalanya tersebut, merupakan salah satu dari mantan 4 petinggi di newmoon, kemampuannya bisa dikatakan setara dengan albert, kadang justru sangat jauh lebih kuat dari beberapa petinggi newmoon, orangnya dingin dan bahkan tanpa ekspresi ketika di guild dahulu, soal kemampuan tak ada yang meragukannya lagi, kemampuan ilusi yang dimilikinya bahkan mampu menahan kemampuan dari salah satu ketua guild yang masuk 13 guardian.
“Risgmar Schadw, tak banyak yang diketahui tentang lelaki ini selain dari kemampuan liarnya dalam membantai beberapa guild kelas menengah sendirian, beberapa bulan yang lalu. Ia berasal dari distric theforest sama seperti saverin dan Zenh Rychle”
“Zenh Rychle, lelaki tampan ini adalah mantan dari anggota guild NYX, salah satu dari empat besar guild terkuat, tak diketahui mengapa ia meninggalkan guild tersebut, namun dikatakan ia memang memiliki suatu hubungan keluarga dengan saverin. Sehingga ketika saverin keluar dari New Moon, ia segera bergabung dengan guild yang dibentuk saverin”
“Rina Aizah, wanita berkuncir rambut panjang tersebut, dahulu juga merupakan salah satu petinggi newmoon, dikatakan wanita kedua terkuat setelah silvia, dan bahkan terkadang silvia sering terlihat kewalahan ketika berhadapan dengannya. Kemampuan alam yang ia miliki sangat berbahaya, apalagi ketika bertarung dalam area alam liar. Sama seperti endo, ia menghormati saverin, dan ikut keluar guild ketika saverin membentuk guild baru, desas desus mengatakan rina memiliki perasaan yang spesial dengan saverin, entah bagaimana dengan saverin”
Panjang lebar rian menceritakan semua tentang orang – orang aneh ini, namun hanya dengan mendengar reputasinya saja, seluruh tubuhku sudah gemater tak karuan, rasa takut akan kemampuan hebat yang mereka miliki menjalar diseluruh tubuhku, rasanya ingin aku lari dari tempat ini, yah…. Ingin lari dari dunia ini tepatnya….




Jumat, 15 Februari 2013

THE CALLERS ( BAB 5 )




BAB 5- THE LIST RANK

Beberapa hari semenjak kejadian itu, aku dan rian semakin sering terlibat pertarungan untuk mempertahankan rankku agar tidak jatuh ke garis paling bawah, meski terkadang aku hanya bisa mensupport rian dari belakang dan rian yang bertarung. Setelah kejadian melawan NH tersebut, firdaus tak lagi bisa bertarung sehebat itu, ia tak mau bergerak sendiri seperti dahulu, dan sekarang terpaksa aku berkerja keras untuk berlatih bersama rian.

Yah, meski aku hanya berada 4 peringkat diatas peringkat paling bawah, setidaknya aku bisa bertahan untuk beberapa minggu karena 3 orang yang berada dibawahku merupakan sesama newborn, dan dari informasi yang kudapat, lelaki terbawah adalah anak yang dihabisi anggota NH pada malam aku pertama kali masuk dunia ini.
Masalah besar bagiku adalah, isu aku sudah masuk dunia seconder sudah tersebar keseluruh anak penjuru sekolah yang juga bisa masuk dunia tersebut, beberapa diantaranya adalah para preman sekolah yang sering ngebully aku dikelas 10 dahulu, bisa dipastikan mereka akan segera mengincarku dalam waktu dekat ini.
pagi hari yang tak begitu cerah didistric debbai hari ini, hujan gerimis membasahi hampir seluruh distric termasuk sekolahku, aku hanya termenung duduk sendiri didalam kelas sembari menlihat keluar melalui kaca besar yang langsung menghadap kelapangan sepak bola disekolah kami, terlihat rian yang sedang bermain bola bersama teman-temannya.
“hei...yogaa....!!” tiba-tiba suara keras mengejutkanku datang dari belakang
“eh...diko....ada apa??” jawabku pelan, ternyata dia diko, preman yang kusebutkan tadi, perasaanku sedikit was-was, entah apa yang akan dilakukan lelaki ini padaku kelak.
“nanti siang aku tunggu dibelakang sekolah, kalau tidak datang kuhajar kau....!!!” bentaknya lagi lalu pergi berlalu bersama teman-teman preman segengnya, aku hanya terdiam tak mampu berkata apa-apa, badanku gemetaran apa yang harus aku lakukan kelak, mungkin saja mereka akan segera menghabisiku nanti.
Pelajaran hari ini tak ada yang menarik bagiku, ditambah rasa cemas menanti siang hari membuatku gelisah sepanjang pagi ini, dan prilakuku membuat rian kebingungan.
“ada apa ga??, aku lihat kau gelisah terus dari tadi, apakah ada masalah??” tanyanya
Aku hanya terdiam, sejujurnya tak berani aku ceritakan hal ini pada temanku satu-satunya tersebut, aku tak mau merepotkannya atau bahkan bisa saja jika aku melapor kepadanya dia akan ikut dihajar oleh gengnya diko, bisa saja didunia sana rian mengalahkan mereka, namun didunia ini diko bisa dengan mudah menghabisi rian jika ia mau.
“ehm..tidak....” jawabku pelan
“owh begitu, jika ada masalah cerita saja, tak usah malu-malu, owh iya nanti siang sebaiknya kau tak usah terlalu berkeliaran dari rumah karena aku akan pergi kedistric mortheb bersama silvia untuk bertemu dengan kelompok itu jadi aku tak bisa menemanimu” jelas rian panjang lebar.
Aku mengerti maksud rian, karena kami tak boleh sedikitpun membicarakan tentang dunia tersebut didunia ini sehingga rian hanya berkata seadanya saja. Memang nanti siang rian akan menemani silvia untuk bertemu anggota 13 guardian untuk membahas mengenai pengganti posisi kakak di organisasi tersebut, dan kemungkinan mempromosikan silvia sebagai penggantinya, karena pada dasarnya newmoon yang orang distric lain tahu dipimpin oleh silvia tanpa mereka tahu bahwa guild besar ini sudah terpecah.
“owh iya baiklah..aku bisa jagi diri kok” jawabku pelan, meski pada dasarnya aku ragu dengan jawabanku tersebut, karena ancamannya sudah menantiku nanti siang, diko dan gangnya sudah jelas akan mengganguku atau bahkan menghabisiku, namun sebaiknya hal tersebut tak kuceritakan ke rian saat ini.
Bel sekolah berbunyi dengan nyaring seperti biasa, aku bersama rian keluar bersama menuju gerbang sekolah, terlihat disana gadis manis berambut pendek berwarna hijau telah menunggu disana,
“hmmm, kau lambat sekali rian….” Gerutu silvia
“maaf….. kau dengar sendirikan bel sekolah baru berbunyi….” Elak rian
“yah, sudahlah….sebentar lagi waktunya ayo kita segera berangkat…..” balas silvia
“eh…yoga, jaga dirimu baik – baik selama kami tidak ada, oke….!!!” Sambung silvia
“eh..ba..baik…” jawabku ragu
Setelah itu keduanya berangkat menuju distric mortheb menggunakan motor yang dikendarai rian. Ada beberapa menit lagi sebelum jam 1 tiba, jantungku berdegub kencang mengingat janjiku pada diko tadi pagi, aku masih gelisah apa yang akan dilakukan lelaki tersebut padaku.
“ada baiknya aku segera kebelakang sekolah…” gumamku pelan
Aku tiba dihalaman belakang sekolah yang rimbun oleh beberapa pohon besar yang mengelilinginya, diko dan gengnya sudah menunggu disana.
“heehhh…. Kau punya nyali juga rupanya…” seru diko yang diiringi oleh tertawa merendahkanku dari teman segengnya.
“dua..dua...delapan...delapan...delapan..lima..lima..dua....buka.....!!!” ujar kami semua yang berada di halaman belakang sekolah tersebut dengan hamper bersamaan..
Seperti biasa keadaan berubah menjadi monchrom dan berhenti,..
Semua dari kami saling menekan tombol handphone masing masing, kemudia diseluruh kaki muncul lingkaran merah bercahaya dan callers kami masing-masing muncul dari dalamnya.
Didepanku sekarang terlihat sesosok mahluk besar berbentuk gorilla besar dengan beberapa parts besi ditangan dan pundaknya, begitu juga dengan callers milik anggota gang diko, hanya saja ia tak memiliki part setebal dan sebesar punya callers diko.
“apa kau takut dengan sosok GEORILLAZ, hah,,,!!!, hahahah dasar pecundang” seru diko.
Aku tak bisa berbuat apa – apa, mataku melirik keatas, seperti biasa fidaus tetap diam dengan senyum misteriusnya yang menyeringai, sampai sekarang aku masih tak mengerti maksud dari senyuman tersebut.
“0…0…0……..”
Gorilla besar tersebut dan 2 gorila lainnya berlari mendekat sesuai dengan gerakan diko dan teman temannya, badanku yang gemetaran tak bisa berbuat apa – apa, ketika satu pukulan menghantam wajahku, tangan besar gorilla tersebut juga menghantam wajah kecil yang tertutupi google merah firdaus…
‘”arghhh…….” Erangku dengan tubuh tersungkur ditanah,
aku mencoba bangkit lagi, kali ini kedua tinjuan dari dua arah berlawanan anak buah diko akan menghantam tubuhku lagi, namun aku mencoba menahan keduannya dengan kedua tanganku,
“ehm….kuat juga kau….” Keluh salah satu anak buah diko, aku berhasil menghentikan kedua pukulan mereka dengan siku ku, begitupun diatas, firdaus menahan tinju besar gorilla tersebut dengan tangan kurus panjangnya.
Aku mencoba mengepakkan sayap dan berhasil terbang menghindari pukulan langsung diko dari depan.
“ergh…ternyata kau bisa terbang….” Seru diko,
“arghhhhh…..” kakiku tergenggam oleh tangan besar diko, begitupun firdaus gagal terbang tinggi kerena kakinya terjangau oleh gengaman besar georilazz, lalu dengan mudahnya ia menghantam tubuhku ketanah
“uarghhhhh……” hantaman itu begitu keras, membuat seluruh badanku terasa begitu sakit yang tak terkirakan, belum lagi aku selesai merasakan kesakitan itu, satu tendangan keras menghantam perutku hingga aku terhuyung disudut dinding sekolah…
“erghhh……si..siall….” gumamku sembari memengang perutku yang kesakitan..
Perlahan badanku sempoyongan tak karuan, semakin lama semakin lemas hingga pandanganku yang tadinya terang semakin memburam, lama… hingga akhirnya semuanya gelap…..
*****
“hei….bangun….apa yang kau lakukan disini…??” sebuah suara merdu perlahan terdengar ditelingaku,
Perlahan aku mencoba membuka mataku, semua pandangan, angin, dan seluruh warna itu….ia sepertinya ini tidak berada didunia itu lagi, aku masih tak tahu apa yang dilakukan geng diko dengan tubuhku ditengah ketidak sadaranku beberapa saat lalu,
“hei…kau sudah sadar…, hee, syukurlah…” lagi – lagi suara merdu itu terdengar ditelingaku,.
“ehm..si.siiapa…???” gumamku tak jelas, perlahan aku perhatikan wajahnya dengan seksama…
“e…elisa…??!!! Se..sejak kapan kau disini??” seruku dengan nada kaget dan gelagapan, iya dia elisa, gadis pintar dari kelas sebelah, gadis berambut panjang dikuncir belakang berwarna hitam ini,  sejujurnya aku merasa begitu gugup, iya elisa gadis yang selama ini aku perhatikan dari jauh, dalam satu saat terkadang aku mengagumi gadis ini..
“baru saja, aku melihat kau tertidur disini, sebenarnya apa yang terjadi padamu??” Tanya elisa dengan nada khawatir

ehm… berarti elisa tak mengetahui mengenai dunia itu,
“ergh… ti.tiidak apa..apa hanya aku tadi terpeleset dan terjatuh disini…..” jawabku berbohong,
“itukan berbahaya sekali, sini aku bantu, aku antar kau ke UKS dahulu…” balas elisa dengan senyum manisnya
“ehm..terima kasih….” Jawabku pelan
Aku terbaring di kasur putih UKS ini, badanku terasa masih sakit, aku masih bingung bagaimana pertarunganku dengan geng diko barusan, aku memeriksa handphoneku, list rankku tampak tidak turun,
“ini aneh….??” Gumamku dalam hati, seharunya aku sudah terperosok ke peringkat terbawah mengingat point yang kuterima akan berkurang drastis dengan kekalahan melawan diko dan gengnya tersebut.
Jadi apa mungkin diko batal mengalahkanku?? Karena kasihankah??? Tapi sepertinya tak mungkin mengingat beringasnya mereka diawal tadi. Lalu apa?? Adakah seseorang yang menyelamatkanku?? Yang pasti itu tidak mungkin elisa, dia saja tidak tahu menahu mengenai dunia tersebut. Atau mungkin lelaki berjubah hitam tempo hari?? Ataukah mbak via dan rian??
“arghh…..semuanya membuatku bingung….”
“ehm… kau sudah mendingan….??” Seru elisa yang masuk dari tirai tersebut, sembari membawa sebuah pil dan air putih.
“eh..i..iya….” jawabku tersenyum sembari menerima obat yang diberikan elisa
“maaf sebelumnya, aku tak begitu mengenalmu, kalau boleh tau namamu siapa??” Tanya elisa, wajar saja, aku tak begitu mudah bergaul apa lagi dengan kelas lain, sehingga aku mungkin tak dikenal oleh anak kelas lain, berbeda dengan elisa, dia gadis yang cerdas, juara kelas dan pandai dalam beberapa ekskul, tentu dengan mudahnya aku mengenali gadis tenar ini.
“nama saya yoga…salam kenal…” jawabku pelan sembari tersenyum
“ehm..yoga…salam kenal juga aku elisa…” balasnya dengan senyum yang sangat manis, sembari mengajakku untuk berjabat tangan.
“owh iya, aku jarang melihatmu, apa kau tak mengikuti kegiatan eksul sekalipun” Tanya elisa..
“eh…i..iya, mungkin karena aku tak pernah mengikuti kegiatan sekolah dan langsung pulang kerumah ketika bel berbunyi sehingga mungkin kau jarang melihatku…” balasku pelan
Kami berbincang cukup lama, hingga akhirnya badanku terasa sedikit mendingan, kami berdua jalan menuju gerbang…
“ehm… baiklah…sampai disini saja, aku akan pulang dengan temanku, bagaimana denganmu??” Tanya elisa
“ehm..aku mungkin akan naik bis saja…”
“oke, baiklah sampai jumpa besok….” Seru elisa sembari berlari keseseorang lelaki dengan motor besarnya yang telah menunggunya disana..
Aku hanya tersenyum saja melihat mereka berdua, lelaki tampan dan gagah itu dan elisa yang manis,
“pasangan yang cocok, hehe.. “gumamku pelan
Perasaanku begitu berdebar, bahagia dan bimbang bersatu menjadi perasaan yang tak bisa aku katakan, walau bagaimanapun aku begitu bahagia bisa sedekat itu dengan gadis itu, gadis yang selama ini hanya bisa aku pandangi dari jauh….
Errrr…… apa yang kupikirkan sih??? Sudahlah, yang penting aku masih bisa tenang karena list rank ku tak jadi berada di bawah garis merah minggu ini.

Rabu, 13 Februari 2013

THE CALLERS ( BAB 4 )




BAB 4 –BROTHER OF LEADER

Kilauan keemasan mentari diufuk barat menyilaukan mataku, sore ini aku hanya duduk terpaku diteras belakang rumah kami, mencoba mengingat-ingat lagi apa yang sebenarnya terjadi tadi siang, kuperhatikan handphoneku, tampak normal meski aku masih bisa melihat 1 pesan yang berisi list update rank penghuni dunia seconder.

Aku masih bertanya-tanya bagaimana aku bisa bergerak seperti yang terjadi tadi siang, bahkan aku bisa terbang untuk beberapa saat, sesuatu yang sangat jauh dari akal logikaku setidaknya sebelum kejadian tadi siang terjadi, dunia ini dengan dunia lain tersebut begitu berbeda, semua yang awalnya mustahil dalam logika bisa terjadi didunia tersebut, meskipun padahal dunia ini dan dunia itu bukanlah tempat yang berbeda, hanya saja rentang waktu yang berjalan lebih cepat membuat seperti kami bergerak didunia lain.

Selepas pertarungan hidup mati siang tadi aku masih khawatir telah membunuh 4 orang sekaligus meski akhirnya dijelaskan oleh rian bahwa mereka tidak mati begitu saja, hanya saja mereka akan sakit untuk beberapa hari didunia nyata sehingga tak mampu untuk masuk ke dunia seconder dalam beberapa waktu. Menurut cerita dari rian, didunia itu hanya orang dengan rank terbawah lah yang akan segera mati, meskipun matinya juga pada hari jum’at yang mereka sebut the judgement day. Sehingga yang diperlukan hanyalah tetap bertahan untuk tidak berada pada list terbawah setiap hari jum’atnya.

Newborn Hunter adalah organisasi guild dengan anggota yang cukup massive di debbai city, dengan jumlah anggota lebih dari 50 orang disetiap kotanya membuat mereka cukup kokoh berada di peringkat nomor 15 teratas dilist ranking tersebut.

Dalam sistem list rangking sendiri, sejak 1 setengah tahun yang lalu, semenjak munculnya kemungkinan untuk membuat guild, banyak orang berbondong-bondong bergabung untuk meningkatkan jumlah point mereka sehingga bisa beranjak dari posisi terbawah, menurut cerita rian, kita bisa bergabung dan keluar hanya sekali dalam suatu guild, dan persayaratan dari pembuatan guild adalah kita dalam 1 guild menjadi 1 nyawa, jadi jika guild tersebut berada pada tingkat terbawah maka satu guild akan musnah pada saat hari pengadilan tersebut, ada beberapa guild yang menyatukan callers mereka, seperti NH yang memilih sosok tengkorak dari pemimpin mereka untuk dijadikan callers bersama, sehingga otomatis kontrak dengan callers lama akan segera putus. 

Didebbai city sendiri NewMoon adalah guild terkuat dikota ini dengan list ranking nomor 4 sebelum mereka terpecah, terdiri dari ketuanya yang barusan saja mati yang dengan julukan red flash karena kecepatannya yang tak lain ternyata adalah kakaku sendiri, aku juga tak menyangka bahwa si red flash yang dimaksud apakah benar kakakku lukas atau ada lukas yang lain. Wakilnya bernama silvia si srikandi emas, lalu teman pertama lukas mendirikan newmoon bernama saverin si srigala bulan purnama, dan albert si cyborgh.

Kematian lukas sendiri membuat newmoon terpecah belah, para anggota tak percaya bahwa silvia yang ditunjuk lukas ketika akhir hayatnya untuk menjadi ketua baru newmoon sehingga guild ini terpecah belah, menjadi 3 guild, yang pertama ANN(alpha neo newmoon) guild yang dipimpin silvia dan tempat rian bergabung sekarang, merupakan loyalis yang tetap setia pada perintah terakhir sang ketua. Kedua GNN(Gamma neo newmoon) yang dipimpin oleh graham, menurut cerita rian graham sudah lama ingin mengambil alih ketua newmoon dari lukas bahkan dulu ia sempat menantang lukas untuk memperebutkan kursi ketua meski pada akhirnya graham kalah dalam duel tersebut dan tetap menjadi anggota newmoon, sekarang beberapa pemerontak terhadap lukas bersatu dibawah bender yang dipimpin oleh graham, terkahir adalah ONN(omega neo newmoon) yang dipimpin oleh saverin, disini hanya ada 4 orang yang bergabung, dan 5 tambah saverin. Meskipun sedikit namun mereka semua adalah jajaran elit anggota newmoon dahulu. 

Dan malam nanti rian akan membawaku untuk mengikuti pertemuan guild ANN dialun alun kota, kemungkinan besar dia akan segera memaksaku untuk bergabung dengan guild ini.
“kakak....makan malamnya sudah siap.....” teriak adikku setyo tiba-tiba dari belakang, membuyarkan lamunan panjangku.

“iyaa....” balasku singkat dengan segera bangkit dari tempat dudukku, aroma ikan panggang khas buatan ibu sudah menusuk-nusuk lubang hidungku membuat irama orkestra dari perutku semakin berdendang keras.

*****

Aku perhatiakan jam dinding dikamarku sudah menunjukkan pukul 00.59, jantungku berdegub keras, menanti detik-detik masuknya aku kedalam dunia itu lagi, aku perhatikan beberapa saat lagi aku akan memasuki dunia seconder, dengan sigap aku persiapkan handphone dan mengetik angka sesuai petunjuk dari rian beberapa siang tadi.

“dua..dua...delapan...delapan...delapan..lima..lima..dua....buka.....!!!” seruku dengan sedikit gemetaran, dan seperti yang terjadi pada waktu waktu sebelumnya, seluruh dunia perlahan menjadi monochrom hembusan angin yang tadi sayu-sayu bertiup dengan lembutnya tak terasa lagi.

Aku segera bergerak keluar kamar, aku mencoba untuk memeriksa kamar adikku, tampaknya ia tidur dengan lelap, meski terlihat lebih mirip patung yang diam tanpa gerakan, aku lihat senyum tersunging dipipinya. Sepertinya ia sedang mimpi indah,
“ah...mungkin inilah yang sering dilihat kakak ketika aku dan setyo tidur diwaktu dahulu” gumamku lirih



Sekarang aku hanya berharap agar battle royal tanpa henti ini akan segera berakhir tanpa sempat setyo masuk kedalamnya, yah.... setidaknya sampai dua tahun kedepan ada yang bisa menemukan cara untuk menghentikan dunia ini dari pada hanya saling mengalahkan dan menanti mati setiap hari jum’atnya, semoga saja....

Kakiku berjalan pelan di koridor jalan yang gelap penuh dengan warna hitam dan putih, diujung sana tepat dialun-alun kota debbai terlihat beberapa orang sudah berkumpul disana, salah satunya rian yang sedang asik ngobrol dengan seseorang wanita disana yang mengenakan jubah hijau, yah dia orang yang mirip dengan wanita yang berdiri diatas gedung pada malam itu ketika meneyelamatkanku.

“ahh..... akhirnya kau datang juga yoga....” seru rian

“ini perkenalkan, ketua ANN silvia hervina....” sambung rian,

Aku mengerakkan tanganku bermaksud untuk menyalaminya, dan ia membuka tundung hijau yang tadi menutupi kepalanya, rambut pendek berwarna kehijauan tersebut muncul dari dalamnya, wajah manis berkulit putih langsat dengan mata yang sedikit sipit, aku familier dengan orang ini.

“mbak via???” seruku kebingungan, dia adalah teman kakak yang sering datang kerumah diwaktu kakak masih kuliah dahulu, aku tak tahu apa hubungan mereka namun ia sering terlihat bersama dengan kakak.
“yoga.....!!! ternyata yang diceritakan rian itu kamu......” ujar silvia sama terkejutnya juga.
“ah....apa kalian saling mengenal???” tanya rian kebingungan
“kau ini bagaimana, dia itu adiknya lukas, masa kau tak tahu meski satu kelas dengan dia,...” balas silvia
“yah....yoga orangnya tertutup sih, jadi baik saudara maupun keluarganya aku tak tahu, heeeehhh”
“ehm, maaf soal itu” jawabku pelan
“aku turut berduka atas meninggalnya kakakmu....” ujar silvia pelan
Aku hanya membalasnya dengan tersenyum, lalu aku mencoba menayakan seseorang yang menyelamatkanku malam itu.
“ehm, maaf mbak.... apa kau yang menolongku diwaktu malam kemarin??” tanyaku hati-hati
“iya....itu memang aku ga, aku diamanatkan kakakmu untuk selalu melindungimu ketika ia sudah tidak ada” ujarnya lirih
“kakak....” gumamku, dengan sekilas aku melihat raut wajah khawatirnya dahulu.
“semenjak 1 tahun yang lalu, kakakmu sudah sangat ketakutan akan hari kemarin, hari dimana kau mulai masuk kedalam dunia ini, ia sangat tidak ingin kau ikut terlibat, sehingga ia terus bekerja keras bersama dengan the 13 guardian, sebuah organisasi kelompok yang ingin menghentikan dunia ini, sekelompok orang wakil dari tiap distric yang memiliki kekuatan dan kecerdasan serta point yang tinggi. Namun sayang sebelum ia berhasil, ia harus meninggal, dan sampai kini kami juga tidak tahu bagaimana ia bisa meninggal dan keluar dari grup kami, serta menurun drastisnya rank perorangan dari lukas sendiri, ia hanya berwasiat sebelum matinya agar kami para newmoon untuk selalu menjagamu dari kekejaman dunia ini” jelas silvia panjang lebar, disudut matanya ku melihat bulir-bulir air mata yang akan segera tumpah.
Semua orang disana tertunduk murung, mengenang sang pemimpin mereka, aku tak menyangka kak menjadi pemimpin dari orang banyak didunia ini. Membuatku semakin rindu untuk kembali duduk dan bercerita bersamanya, ingin sekali aku bercerita tentang dunia ini kepadanya, tentu ia mungkin akan marah jika memang ia masih hidup sekarang, karena ia tak ingin aku disini, namun jika aku bisa bertemu dengannya ingin sekali aku bilang, bahwa aku akan berusaha bertahan didunia ini.
“hmm...baiklah, kita mulai ritualnya.....” ujar silvia tiba-tiba
“ritual apa??” tanyaku bingung
“ritual untuk memasukkan kau kedalam ANN sehingga kau tak perlu khawatir lagi diburu oleh para Newborn Hunter” potong rian
“apa kau siap....?” tanya silvia
“ehm, baiklah...” jawabku sedikit ragu-ragu
“sekarang panggil callersmu....” ujarnya
“032619933002......call.....SRIKANDI” pekiknya dari bawah kakinya muncul lingkaran merah dan keluar bayangan wanita cantik berpakaian jawa dengan busur panah yang diselimuti emas, seluruh tempat silau oleh cahayanya yang bersinar terang, dan perlahan cahaya itu hilang dan meredup.
“cepat yoga...kau juga....” celetuk rian
“ah...aku tak tahu caranya....?” ujarku
“kemarinkan kau bisa memanggil firdaus??” tanyanya kebingungan
“itu refleks saja, aku hanya berkomat kamit tak jelas kemarin....” jawabku kebingungan
“aduuhh.....” ujar rian sembari menepuk keningnya, “sebut saja nomor yang muncul pada pesan pertamamu, dan sebut nama callers...” tambahnya lagi.
“baiklah.....”ujarku pelan, sembari menekan tombol dihandphone
“260919984047....call....FIRDAUS...” ujarku, perlahan cahaya merah itu muncul dari bawah kakiku dan dengan perlahan firdaus mulai keluar dengan kepakan sayap hitamnya, membuat angin terhembus dengan kencang beberapa saat.
“baiklah kita mulai...” ujar silvia pelan, lalu ia berkomat kamit tak jelas dan tangannya sibuk menekan tombol dihandphonenya dengan cepat.
Perlahan cahaya merah berpijar keras, dan dari dalam lingkaran dibawah kaki silvia muncul lingkaran serupa dengan diameter yang lebih lebar dan berwarna kekuning emasan, berputar berlawanan arah dengan lingkaran merah, lingkaran itu semkin membesar dan mengenai lingkaran merahku. Keduanya bergesekan dengan keras dan berputar semakin kencang cahaya yang berpijar saling beradu menyilaukan mata.
“ada apa ketua...?” tanya rian yang disambut riuh kebingungan anggota ANN lainnya.
“eh...kenapa ini?? Biasanya tidak seperti ini...” ujar silvia kebingungan
Aku cemas, kalau-kalau ada sesuatu yang bakal menimpaku, sepertinya ini ada yang tidak beres.
“dia menolak.... callers ini menolak” ujar silvia tiba-tiba
Aku perhatikan firdaus dengan google merah besarnya tetap tenang, hanya saja senyum menyeringai mengerikan terlihat tersunging dibibinya. Dan akhirnya lingkaran kuning milik silvia perlahan mengecil dan redup lalu menghilang diikuti hilangnya lingkaran merah dan srikandi. Begitupun dengan firdaus juga menghilang dengan perlahan-lahan dari belakangku.
“callers ini aneh, ia menolak untuk bersatu dengan guild kami, ia seperti tak ingin menjadi bagian dari apapun” ketus silvia pelan
“lantas bagaimana ketua??” tanya rian kebingungan
“mau bagaimana lagi, kau tetap sendiri sampai aku tahu jawabannya” ujar silvia kepadaku
“yah..baiklah...” ujarku pelan
“rian...aku minta kau jaga yoga” ujar silvia ia sedikit kebingungan dengan kejadian barusan, lalu ia pergi meninggalkan kami dan diikuti beberapa anggota ANN yang lain.
“siapppp...ketua...” jawabku
Perlahan beberapa anggota ANN mulai pergi meninggalkan alun-alun kota, hanya tinggal aku dan rian yang tersisa.
“bagaimana rian?? Sebaiknya kemana kita sekarang??”
“kita pulang saja, aku akan menemanimu sampai rumah....” ujar rian bersemangat, aku sedikit aneh dengan tingkahnya tersebut, seolah-olah menjadi bodyguard dadakanku,
“sebenarnya ini tak perlu...” ujarku pelan
“haahaha, ini wasiat ketua lukas, aku tak akan mungkin menyia- nyiakannya, kau tahu aku begitu ngefans sama kakakmu itu, dia sosok yang luar biasa, pemimpin yang bijak, taktis, cerdas dan kuat... jarang ada orang seperti itu dizaman ini” ujarnya berceloteh panjang aku hanya menjawabnya dengan anggukan pelan dan senyum yang dipaksakan.
Pikiranku sejatinya masih terbayang tentang kakak, apa yang mungkin pernah ia perbuat dahulu didunia ini, dan aku juga teringat dengan sesosok lelaki yang datang memberiku sapu tangan dihari pemakan kakak, siapa dia sebenarnya, namun akut ak berani bertanya kepada silvia tadi maupun dengan rian sekarang ini.
“sudah, sampai sini saja, aku masuk sendiri saja...” ujarku kerian ketika kami sudah sampai di gang tempat rumahku berada.
“tapi.....aku harus menemanimu sampai rumah, bila perlu tidur bersamamu” ujarnya
“ahhh...kau gila.....sudahlah...aku pulang dulu” ujarku sembari berlalu meninggalkannya
“tapi......” ujar rian tertunduk lesu, aku sedikit aneh dengan sikapnya ini, ini memang mirip sikap aslinya didunia nyata, tapi akan lebih keren sikapnya seperti ia bertarung kemarin, sungguh sosok yang berbeda, apa mungkin itu ada pengaruh dengan callersnya.
“owh...aku lupa cara keluar dari dunia ini, apa bisa tanpa harus menunggu hingga waktunya habis” gumamku, aku membalikkan badan, sayang rian sudah tak ada lagi ditempat itu.
“yah sudahlah...” gerutuku, aku berjalan menyelusuri gang sempit dirumahku, suasana masih gelap dan mencekam, meski ada rasa takut itu tak memnghentikan langkahku untuk terus berjalan kedepan.
Tiba-tiba dengan samar-samar aku melihat ada seseorang diujung sana, tepat didepan pintu rumahku, ia berdiri dengan tenangnya, perlahan aku melihat dengan seksama lagi, meski rasa cemas dan takut berpadu direlung hatiku dan pikiran bermacam-macam berkecamuk dikepalaku.
Namun perlahan aku mulai mengenalinya. Itu lelaki yang datang di pemakaman kakakku tempo hari, lengkap dengan baju hitam dan topi serta kacamatanya. Dan tiba-tiba tanpaku sadari dia sudah berada di sampingku, entah sejak kapan.
“salam kenal namaku saverin.....” ujarnya sembari melepaskan topi dan kacamatanya, wajah tampan dengan rambut keperakan terpampang disana.
“siapa sebenarnya kau...?” tanyaku penasaran

“aku teman akrab kakakmu, aku mengetahui segalanya tentang kematian kakakmu.....”
“maksudmu....?!!!” tanyaku segera dengan kencang..
“aku tahu siapa yang membuat kakakmu terbunuh......”
Tubuhku tergunjang keras, rasa cemas, penasaran, marah dan sedih bercampur menjadi satu, tanganku mengepal keras dan gigiku gemertak dengan keras.
“beri tahu apa sebenarnya maksudmu.....!!!!!” ujarku dengan keras
Ia hanya tersenyum kecil memperhatikanku dengan dinginnya.
“temui aku kamis malam depan di pelabuhan debbai, akan kutunjukkan segala yang musti kau tahu dari dunia ini....” ujarnya pelan lalu ia berbalik dan menghilang dengan cepat.